Jumat, 12 April 2013

Menggaji Upline?

Dear teman teman pengunjung setia blog ini ;)
mau sharing dikit, beberapa hari lalu ada yang komentar di status Page facebook saya, kurang lebih bapak tersebut berkomentar begini : ” ya suruh downline anda bekerja utk menggaji anda uplinenya”.
images
saya langsung mengambil ipad, dan menuangkan pikiran saya saat itu juga. Ini hanya pendapat saya yang terbatas, jadi saya mohon maaf jika ada perbedaan pandangan antara saya dan teman teman yah…;)
Utk menggaji upline??
Bapak kerja dimana? Perusahaan X kah ? jika bapak seorang pegawai, bapak bekerja untuk perusahaan itu. Keuntungan kantor selain digunakan untuk menggaji bapak setiap bulan, jangan lupa lho pak, pekerjaaan bapak dikantor tersebut juga digunakan untuk menggaji bos atasan bapak juga kan? Bos bapak dikantor sama sama bekerja seperti bapak, kenapa gaji bosnya bapak lebih besar ? bisa jadi karena tingkat kesulitan dan tanggung jawab dia jauh lebih besar dari bapak.
Ok, sekarang jika bapak bukanlah seorang yang bekerja kantoran, anggaplah bapak seorang pebisnis. menurut saya,mau bisnis apapun tentu berkaitan dengan pihak lain, baik itu suplier bahan atau rekanan lain. Anggaplah misal bapak menjadi agen sebuah produk x. Bapak menjual produk x, bapak untung, dan produsen produk x juga pasti untung juga. Produsen x bisa menggaji pegawai pegawainya dari keuntungan penjualan produknya. Berarti sama ilustrasinya , bapak juga berbisnis/bekerja untuk ‘menggaji’ owner beserta pegawai pegawainya kan? apakah bapak menyadari hal itu?
Kita makan nasi pun kita menguntungkan penjual beras dipasar, menguntungkan petani, menguntungkan penjual pupuk dll. Kalau saya justru saya senang kalau semua pihak diuntungkan, itulah namanya bisnis yang baik.
Memang ada yg berpikir : “ngapain saya jalanin, ngenakin upline saya aja”
(jawaban saya : kalau money game iya, makanya kita harus kritis, apakah bisnis yang kita jalani money game atau bukan? banyak pakar keuangan menulis apa perbedaan antara money game dan bisnis networking sejati).
Tapi ada juga yang berpikir : “saya ingin punya penghasilan dengan membangun jaringan supaya saya juga bisa punya penghasilan”.
Semua memang pilihan, siapa yang memilih opsi pertama monggo.
Saya dulu memilih opsi kedua, karena alhamdulillah upline upline dan perusahaan tempat saya berbisnis ini, sangat full support, mulai dari fasilitasnya yang sangat canggih dan memudahkan, trainingnya yang gratis rutin diadakan, dll.
Apakah upline saay untung? iya…
Apakah perusahaan untung? iyaa…
Apakah saya juga untung? iyaa, karena saya bisa mandiri finansial, kalau rugi mana saya mau….
Dan,
Apakah downline saya untung? Iyaaa bagi yang memilih opsi kedua sama seperti saya.
Kerja keras, konsistensi dan amanah.
Kenapa saya bilang downline juga untung?
Karena sejak join dia sudah bisa menghasilkan uang langsung, dengan bantuan katalog dan tools dalam starter kit. Dimana dia bisa mendapatkan keuntungan langsung dari berjualan. Yaitu selisih harga katalog dengan harga member.
Tapi keuntungan berjualan memang tidak begitu besar. Kalau seorang downline ingin mendapatkan keuntungan lebih besar, ya membangun jaringan. Jangan khawatir, kalau memang kita komit upline akan membantu.
Saya juga seorang downline, saat saya join 2 tahun lalu, saya merasa untung.
Karena saya juga mendapat hadiah hadiah gratis ketika saya berhasil memenuhi persyaratan. Saat itu saya mendapat hadiah berupa tas, parfum yang mana kedua barang itu saya jual ke teman ibu saya, dan saya mendapat uang ratusan ribu rupiah cash, saya untung alhamdulillah.
downline rugi adalah downline yang nggak ngapain ngapain, dia rugi karena sudah melewatkan peluang bisnis yang ada didepan mata. Rugiii bangeeet melihat yang lain sudah pada berhasil sementara dia tidak karena dulu berpikir “ngapain saya jalanin, ngenakin upline saya aja”.
Saya sendiri tidak mengajak atau menipu orang untuk join, saya hanya share pengalaman, keberhasilan, peluang bisnis melalui facebook saya. Mereka yang join itu mereka yang menghubungi saya via inbox. dan semua member baru yang join, saya berikan training online basic, semua saya jelaskan. Mereka yang memutuskan apakah mau off atau mau menjalani bisnis seperti saya.
kembali soal komentar seseorang tadi, itulah namanya stigma negatif. Ketika dilapangan banyak ditemukan money game berkedok bisnis jaringan atau ada yang sistemnya piramida, maka orang akan dengan mudahnya menyama ratakan.
sama ketika sebagian orang menganggap pak polisi itu menyebalkan , padahal banyak juga polisi yang baik, jujur, sholeh. tapi kita sudah keburu memberi cap yang negatif.
saya jadi belajar, untuk tidak mudah men-judge sesuatu sebelum saya mempelajarinya.
wallahu alam bish showab,
-Eka Satriana-